Direct Marketing & WhatsApp
Direct Marketing & WhatsApp

Eco Green House Konsep Hunian Hemat Energi Dan hemat Biaya

Saat ini masyarakat kita sudah sangat selektif dalam pemilihan hunian untuk tinggal , Selain dari segi lokasi dan spesifikasi bangunan, kini masyarakat juga mulai peka ketika memilih konsep dan desain perumahan yang ditawarkan , tempat tinggal yang asri nan hijau akan menjadi penentu bagi konsumen dalam menentukan pilihan. Oleh karena itu ketersediaan rumah ramah lingkungan adalah hal yang harus menjadi pertimbangan bagi para pengembang, salah satu konsep rumah ramah lingkungan tersebut adalah konsep hunian Eco Green atau Eco Green House.

Apakah yang dimaksud dengan perumahan berkonsep Eco-green ?. Perumahan berkonsep Eco green  atau Eco Design adalah  konsep perumahan yang ramah lingkungan dan merupakan sebuah gerakan berkelanjutan yang mencita-citakan terciptanya perancangan dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemakaian material yang ramah lingkungan serta penggunaan energi dan sumber daya yang efektif dan efisien.

Bagaimanakah  caranya mewujudkan konsep hunian Eco-Green secara maksimal ?

Untuk mewujudkan konsep hunian Eco Green yang maksimal adalah dengan cara konsep Eco-Green ini  harus diterapkan secara komprehensif pada desain rumah sejak dari pra konstruksi, konstruksi, sampai pasca konstruksi, yang terpenting  dari  konsep hunian Eco-Green ini adalah penggunaan energi yang seminimal mungkin, oleh karena itu diperlukan pendekatan yang tepat , ada dua pendekatan yang harus dilakukan , yaitu : Pemilihan material bangunan dan Desain rumah.

A. Pemilihan material bangunan

Pemilihan material bangunan dan desain rumah sangat mudah diterapkan pada bangunan yang masih baru,. contoh  untuk penggunaan material bangunan bisa diambil  bahan-bahan alami yang bersumber dari daerah setempat, penggunaan cat yang ramah lingkungan serta penggunaan  alat-alat listrik yang lebih hemat energi.

Sedangkan  untuk bangunan yang sudah jadi (existing building), bisa dilakukan dengan cara merubah desain rumah melalui  pendekatan ekonomi dan bisnis, contoh  mengganti  desain interior dari desain yang tidak ramah lingkungan menjadi desain interior  yang ramah lingkungan, penggunaan alat rumah tangga  hemat energi, merubah  tempat sampah non-organik menjadi tempat sampah kompos, atau memodifikasi pagar rumah dari pagar beton atau besi menjadi pagar tanaman  hidup, serta membuat kanopi dari atap seng atau fiber bisa diganti dengan tanaman merambat misalnya tanaman anggur ,binahong, dsb,  yang erpenting rindang dan memiliki fungsi menggantikan atap fiber atau seng.

B. Pemilihan desain rumah

Untuk merancang model rumah ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu,  pencahayaan  dan ventilasi udara, desain rumah harus dirancang seefektif mungkin dan  harus memenuhi unsur pencahayaan yang alami untuk menghemat energi listrik maka, otomatis perancangan bangunan harus disesuaikan dengan  arah memancarnya  sinar matahari, sedangkan untuk ventilasi udara diusahakan model rumah harus dirancang untuk mengurangi penggunaan mesin penyejuk ruangan,  pengetahuan akan arah angin akan sangat menentukan model rumah yang harus dibangun.

Dibawah ini ada beberapa aspek dasar untuk menciptakan perumahan berkonsep Eco Green , yaitu :

1. Desain rumah yang cerdas

Desain  rumah mampu memaksimalkan fungsi ruang yang ada sehingga rumah bisa lebih less  material dan less energy. misal pemanfaatan  ruang yang kosong  menjadi ruangan yang berdaya guna contohnya ruangan  di bawah tangga bisa menjadi lemari,  gudang mini atau apa saja yang  sifatnya memiliki fungsi.

2. Material yang ramah lingkungan

Penggunaan  bahan  yang ramah lingkungan (Eco Material)  adalah bagian terpenting dari kosep  Eco Green , maka furnitur di dalam rumah diusahakan  menggunakan material Eco Friendly yang Reuseable, Recyclable, dan Renewable.

3. Penghematan energi

Untuk mengurangi dampak pemanasan global  dan penghematan energi, maka desain rumah diusahakan menerapkan desain yang mengatur pencahayaan   secara alami yaitu cahaya matahari bisa menggantikan lampu listrik di siang hari , sedangkan untuk sirkulasi udara bisa diusahakan dengan banyak pintu dan  jendela dengan tidak mengesampingkan aspek estetika ruangan.

4. Koservasi air dan Lingkungan yang sehat

Untuk mewujudkan rumah yang sehat diperlukan kensevasi air yang benar, misalnya  bisa dilakukan dengan penghijauan, karena  penghijauan merupakan esensi utama untuk pengadaan oksigen di alam ini, selain itu  juga untuk upaya konservasi air sebagai cadangan air untuk menghadapi musim kemarau, wujud  implementasinya adalah dengan mengganti halaman  beton dengan rumput misalnya..

Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kebutuhan akan hunian ramah lingkungan adalah sebuah keniscayaan , developer sebagai stake holder harus mampu mewujudkannya ,bukan saja menarik dari aspek  bisnis, dalam arti, konsep Eco Green ini tidak memerlukan biaya yang mahal maka otomatis kebutuhan akan modal awal pembangunan akan relatmif murah tetapi hasil dari produk tersebut adalah produk yang berkualitas.

Senin , 30 Maret  2020  :16.00

Penulis : Haris Sukarnayudabrata

Sumber :

http://rumahpantura.com/eco-green-konsep-baru-pengembang-rumah/

http://edupaint.com/inspirasi/rumah/eksterior/9251-konsep-bangunan-eco-green

https://fachrimuhammadabror.wordpress.com/

http://inggridlim12.blogspot.com/2013/02/eco-green-green-design.html

https://economy.okezone.com/read/2012/02/21/472/579412/konsep-eco-green-harmoni-hunian-dengan-alam

Media Sarana Informasi (MSI)

ECes.Q (Software Marketing, Keuangan , dan Akuntansi Pengembang Perumahan)