Direct Marketing & WhatsApp
Direct Marketing & WhatsApp

Bangkitnya Sektor Properti Tahun 2021, Faktor dan Alasannya

Sektor properti pada tahun 2021 mendatang diprediksi akan bangkit kembali,  para pengembang akan dituntut  untuk mempersiapkan diri menghadapi tren optimisme sektor properti yang akan  terjadi, optimisme tersebut bukanlah tanpa alasan, mengapa demikian ..?.. Setidaknya ada lima faktor yang menjadi alasan bangkitnya sektor properti di Indonesia,  lalu apa sajakah kelima faktor tersebut  ?.. Faktor – faktor tersebut antara lain yaitu  : 

  1. Munculnya optimisme masyarakat dunia, dikarenakan adanya keberhasilan uji coba vaksin corona dipenghujung tahun 2020 yang mencapai 90 %, keberhasilan tersebut  dindikasikan dengan adanya kenaikan harga saham global yang terjadi saat ini.
  1. Mulai diimplementasikannya dan disahkannya Undang – Undang (UU) Cipta Kerja oleh pemerintah pada tahun 2020, bahkan pemerintah saai ini sedang menyusun Perpres dan lima PP turunan dari UU Cipta Kerja, mulai dari PP sektor PUPR hingga PP tentang pengadaan lahan, diharapkan dengan  UU Cipta Kerja ini  mampu membangkitkan kembali  sektor properti terutama untuk menarik para konsumen asing membeli properti di Indonesia.
  1. Indonesia memiliki bonus demografi untuk usia produktif, ini menjadi peluang besar bagi sektor properti,  karena akan lebih banyak masyarakat terutama usia produktif  yang mampu untuk membeli rumah, ini menjadi harapan bagi industri properti kita, karena perlu diketahui tingkat kepemilikan rumah di Indonesia masih tertinggal jauh oleh negara – negara berkembang lainnya di Asia, maka dari  itu  bonus demografi ini dipastikan akan menaikan tingkat kepemilikan rumah di Indonesia.
  1. Adanya dorongan pemerintah untuk perbaikan ekonomi dan masih tingginya kebutuhan properti pada tahun mendatang, dindikasikan dengan adanya peningkatan anggaran subsidi sektor properti dari pemerintah untuk rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang mencapai 157 ribu unit, seiring dengan kerjasama antara pengembang dengan perbankan terkait  penyediaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), hal ini jelas sekali akan mendongkrak sektor properti  pada masa yang akan datang.
  1. Adanya keputusan Bank Indonesia (BI) dengan menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,00 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen. Artinya, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 125 basis poin, tujuannya adalah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan asumsi pertimbangan prakiraan inflasi tetap rendah dan stabilitas eksternal terjaga.

Nah, berarti dengan lima alasan diatas kita harus optimis bahwa sektor properti pada tahun 2021 akan membaik bahkan mungkin sampai lima atau sepuluh tahun kedepan, lalu apa yang harus disiapkan ?..Para pengembang perlu mempersiapkan Ekosistem Digital untuk sektor propertinya yang kuat, artinya adanya persiapan yang matang dan teruji untuk Ekosistem Digital bagi pemilik, pengembang dan konsumen.

Penulis/Editor : Haris Sukarna Yudhabrata

Sumber :

https://www.bareksa.com/

https://bisnis.tempo.co/

http://rei.or.id/newrei/berita-vaksin-corona-ready-industri-properti-lari.html

https://ekonomi.bisnis.com/

https://miraeasset.co.id/id/News/38699

https://ekonomi.bisnis.com/