Direct Marketing & WhatsApp
Direct Marketing & WhatsApp

DP 0% dan Pelonggaran LTV Tumbuhkan Investasi Properti ?

Menghadapi kondisi perekonomian 2021 ini pemerintah melakukan  langkah-langkah untuk memulihkan kembali perekonomian nasional yang mengalami perlambatan selama masa pandemi berlangsung.

Beberapa kebijakanpun mulai digulirkan, ada dua kebijakan yang menarik untuk diperhatikan yaitu penurunan acuan suku bunga bank dan pelonggaran Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV), kebijakan tersebut diambil pemerintah bertujuan  untuk mendorong masyarakat melakukan investasi mengingat sepanjang tahun 2020 masyarakat menahan untuk tidak melakukan investasi disebabkan adanya pandemi, padahal menurut LPS hingga akhir November 2020 dana cadangan masyarakat cukup besar yaitu 6.614 T belum tersalurkan secara maksimal.

Keputusan pemerintah untuk menurunkan suku bungan bank dilakukan berdasarkan  Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2020 ditetapkan bahwa BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,75 persen dengan asumsi inflasi tetap rendah dan stabilitas eksternal terjaga untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen.Tujuan dari kebijakan tersebut adalah untuk mendorong iklim perekonomian kembali bergairah.

Kebijakan lainnya adalah pelonggaran loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV)  maksimal 100 persen pada 1 Maret 2021, tujuannya adalah untuk memudahkan konsumes mendapatkan hunian tanpa membayar uang muka atau Down Payment (DP) sebesar 0 persen, tentu saja kebijakan tersebut akan menstimulasi sektor properti untuk terus bergerak seiring relaksasi LTV/FTV.

Ada baiknya kebijakan- kebijakan tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi dan situasi pasar belum sepenuhnya kondusif, terjadinya gagal kredit bukan karena LTV tetapi karena ketatnya aturan pengajuan kredit yang mengakibatkan banyak calon debitur tertolak, dan berdampak pada kurang terserapnya properti yang tersedia, jelas ini merupakan kerugian besar bagi pengembang.

Selanjutnya apa yang perlu diperhatikan dengan DP 0 persen ? Yang perlu diwaspadai dari kebijakan DP 0 persen adalah terjadinya Not Obligated to Continue yang diakibatkan timbulnya kredit macet dimana konsumen tidak mampu membayar cicilan KPR/KPA , karena umumnya penikmat DP 0 persen adalah konsumen yang tidak memiliki kemapuan untuk menyicil KPR/KPA.

Pengembang dan konsumen tentu akan sangat terbantu dengan kebijakan kebijakan tersebut, kebijakan tersebut akan mendorong optimisme pengembang untuk membangun  proyek-proyek baru sedangkan bagi konsumen harapan memiliki hunian yang terjangkau akan terwujud.

Ingat..Ada baiknya kita perlu mengkaji ulang kebijakan-kebijakan tersebut sebelum dilakukan karena tidak ada kebijakan yang sempurna,selain kelebihannya yang bersifat menguntungkan, kita harus mengetahui kekurangan dan kelemahannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Penulis/ Editor : Haris Sukarna Yudhabrata

 

Sumber :

https://www.kompas.com/properti/read/2021/02/18/220832521/pengembang-properti-anggap-pelonggaran-syarat-kredit-bank-lebih-penting?page=all&utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner

https://www.youtube.com/watch?v=Z8zaDZ15p-I&t=199s

https://batam.tribunnews.com/2020/12/18/saham-2021-di-tahun-kerbau-logam-sektor-properti-dan-perbankan-bergairah?page=all

https://ekonomi.bisnis.com/read/20210125/47/1347689/iklim-investasi-properti-2021-diprediksi-terus-membaik

Prospek Saham Properti 2021, Antara Suku Bunga Rendah, Ciptakerja Dan SWF