Direct Marketing & WhatsApp
Direct Marketing & WhatsApp

Sekilas Pandang Tentang Sertifikat Tanah Elektronik

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun ini akan meluncurkan sertifikat tanah elektronik untuk menggantikan sertifikat fisik yang selama ini ada. Apakah yang dimaksud dengan Sertifikat Elektronik ?.. Menurut Permen ATR BPN 1 tahun 2021  Sertifikat Elektronik adalah Sistem Elektronik yang merupakan serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisa, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan informasi elektronik. Tentu saja yang dimaksud informasi disini adalah data pertanahan

Adapun  tujuan diberlakukannya Sertifikat Elektronik ini adalah untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan supaya lebih cepat, dimana validasi data informasinya lebih terjamin serta memiliki jaminan hukum melalui tanda tangan digital..

Sertifikat Elektronik ini diperuntukan bagi pemilik hak tanah yang baru pertama kali melakukan pendaftaran, maupun bagi yang ingin melakukan penggantian sertifikat dari sertifikat fisik menjadi Sertifikat Elektronik, juga bagi masyarakat yang menginginkan pemecahan, penggabungan dan pemisahan sertifikat serta melakukan perubahan data fisik dikarenakan bertambahnya jumlah bidang.

Perlu kiranya kita mengenal lebih dalam tentang Sertifikat Elektronik ini, apakah menguntungkan atau sebaliknya ?..Marilah kita bahas sertifikat digital ini dari sisi baiknya terlebih dahulu, dibawah ini ada beberapa keuntungan penggunaan Sertifikat Elektronik yang bisa kita dapatkan, yaitu antara lain:

  1. Sertifikat Elektronik ini sulit untuk digandakan, karena sertifikat digital ini memilki Kode dan Nomor Identitas Bidang (NIB) sebagai identitas tunggal (single identity)
  2. Validitas data terjaga keotentikannya karena pada dokumen tanah digitalnya terdapat QR-Code yang dapat di Scan untuk menjaga keaslian data hak tanah yang dimiliki.
  3. Penggunaannya lebih praktis dan aman serta sulit dipalsukan, karena pada Sertifikat ini digunakan tanda tangan digital yang terontentifikasi pada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
  4. Data informasi tersimpan dalam memori besar Sistem Elektronik, tersusun secara sistematis dan terintegrasi supaya mudah diakses oleh satu atau lebih pengguna dari terminal yang berbeda.
  5. Otomatis setiap orang memiliki dua dokumen hak tanah yaitu sertifikat fisik dan Sertifikat Elektronik karena sertifikat fisik tidak akan ditarik oleh pemerintah.
  6. Proses administrasi pertanahan menjadi lebih praktis karena dilakukan secara elektronik, dari pendaftaran , pengurusan, pendaftaran tanah baru dan mengubah sertifikat sampai perbaikan data.
  7. Pada Sertifikat Elektronik semua ketentuan kewajiban dan larangan dicantumkan dengan serentak alias sama, mulai dari aspek hak, larangan, hingga tanggung jawab.
  8. Mencegah munculnya oknum mafia tanah, karena pembuatan sertifikat dan pemeliharaan data tanah yang dilakukan secara digital akan memudahkan masyarakat untuk memiliki dokumen penting sertifikat tanah.

Keuntungan – keuntungan diatas bukan berarti sistem digital ini tidak memiliki kelemahan, ada beberapa kelemahan yang perlu kita waspadai, menurut pakar hukum pertanahan Lembaga Advokasi Konsumen Properti Indonesia Erwin Kallo bahwa sertifikat digital tidak bisa   diterapkan di Indonesia, mengapa demikian ? Sertifikat tanah elektronik ini memiliki dua kelemahan yaitu, dari sisi teknis dan sisi hukum . Dari sisi teknis sertifikat tanah elektronik ini sangat rawan diretas oleh  Hacker ( peretas). Sedangkan dari sisi hukum, bila terjadi sengketa pengadilan belum tentu  menerima Sertifikat Elektronik sebagai bukti.

Senada dengan Erwin Kallo, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika mengatakan bahwa, seharusnya pemerintah melakukan pendaftaran tanah secara sistematis terlebih dahulu dimulai dari tingkat desa sesuai dengan mandat UUPA, berarti keberadaan Sertifikat Elektronik ini belum dibutuhkan.

Perlu juga diperhatikan bahwa teknologi digital  pada sistem pertanahan akan sulit diterima oleh masyarakat pedesaan, karena masyarakat pedesaan di Indonesia  belum sepenuhnya menikmati keberadaan teknologi informasi ini, padahal sebagian besar masyarakat Indonesia adalah masyarakat pedesaan. Permasalahan lainnya adalah  mungkin saja  terjadi validasi data  yang dilakukan secara sepihak atau  terjadinya pembajakan data informasi dikarenakan lemahnya sistem keamanan instansi/lembaga pemerintah yang terkait.

Dampak lainnya dengan diberlakukannya sertifikat tanah elektronik adalah mendorong terjadinya liberalisasai pasar tanah yang jelas akan sangat merugikan, selain itu penting untuk menjadi catatan bahwa keberadaan sertifikat ini ternyata lebih menguntungkan para pemodal besar.atau dengan kata lain lebih berpihak kepada pemilik moda besar.

Penulis/Editor : Haris Sukarna Yudhabrata

Sumber :

https://www.cermati.com/artikel/10-fakta-sertifikat-tanah-elektronik-yang-perlu-diketahui-pemilik-tanah

https://finance.detik.com/properti/d-5361007/pakar-kritik-rencana-sertifikat-tanah-elektronik-ini-catatannya

https://blog.privy.id/4-keuntungan-menggunakan-sertifikat-elektronik/https://bisnis.tempo.co/read/1429527/bpn-ungkap-kelebihan-sertifikat-tanah-elektronik-lebih-aman-dan-mudah-diakses/full&view=ok

https://newssetup.kontan.co.id/news/pakar-pertanahan-sebut-ada-2-kelemahan-sertifikat-elektronik-apa-itu